Merasa selalu mengabari tanpa adanya obrolan yang terjalin,
Merasa selalu tau keadaan masing-masing hanya dengan sebuah gambar yang tidak menjurus,
Merasa bahwa kita terpaut tanpa harus dengan kata-kata.
Halu, di Gunung Halu.
Apalagi yang harusnya ku tau,
Bahwa kita bukan seperti itu,
Bukan seperti yang ku dambakan,
Bukan pula seperti yang ku impikan.
Kapan ku harus halu sendiri,
Ingin impiku menjadi nyata,
Bukan hanya aku yang bermimpi,
Tapi dia pun juga bermimpi tentangku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar